We Bought a Zoo

Posted in 2D, Drama, Film, Hollywood, Movies, Poster, Quote, Resensi, Review on 2 April 2012 by Budi Cahyono

—————————————–

“You know, sometimes all you need is twenty seconds of insane courage. Just literally twenty seconds of just embarrassing bravery. And I promise you, something great will come of it.” ~ Benjamin Mee

We Bought a Zoo adalah kisah nyata tentang seorang penulis sekaligus petualang, Benjamin Mee (Matt Damon) yang ditinggal istrinya, Katherine Mee (Stephanie Szostak), dan membeli sebuah rumah di pinggiran kota lengkap dengan kebun binatang yang diasuh oleh Kelly Foster (Scarlett Johansson). Latar belakang pemilihan rumah dengan biaya tagihan perawatan hewan perbulannya yang tergolong mahal ini dipilih karena Rosie Mee (Maggie Elizabeth Jones), anaknya, sangat suka dengan suasana tenang dan tentu saja, interaksi dengan berbagai macam binatang.

Sebuah film keluarga yang meski ringan, laiknya makanan ringan lainnya, rasanya begitu gurih dan renyah dengan tanpa mengesampingkan hikmah yang muncul disana-sini. Dan uniknya, juga disampaikan dengan cara yang sama ringannya, seceria wajah Rosie Mee yang imut dan lucu itu, mengingatkan kita pada Afika yang tempo hari menjadi hit.

NB: Jadi pengen nonton film Poscards from the Zoo nih, film Indonesia yang juga bersetting di kebun binatang dan diperan utamai oleh Ladya Cheryl dan Nicholas Saputra. Film ini tayang perdana di Berlin International Film Festival lho atau yang lebih dikenal dengan sebutan Berlinale (Internationale Filmfestspiele Berlin).

Hugo

Posted in 2D, 3D, Film, Movies, Resensi, Review on 9 Maret 2012 by Budi Cahyono

Jika anda merasa pergelaran Academy Awards tahun ini banyak di dominasi dari Negara Perancis, khususnya kota Paris dengan ikon menara Eiffelnya yang sudah mahsyur, maka saya tidak sendiri. Lebih jauh lagi, aneh sebenarnya, jika film-film berseting Perancis, dengan karakter tokoh utamanya yang juga Perancis, lantas bahasa yang digunakan adalah Inggris, mengingat orang Perancis (berikut sebagian besar warga Eropa lainnya) lebih keukeuh menggunakan bahasa nasionalnya, tapi ah, Hollywood gitu loooh.

Sala satunya adalah film ini, namun saya tidak akan mereview filmnya, dan hanya akan mengutip Memorable Quote dari film yang berjudul Hugo itu, sebuah film karya Martin Scorsese tanpa Robert de Niro dan Leonardo DiCaprio. Mungkin esok Martin akan menggabungkan keduanya, namun untuk saat ini, inilah film dari Martin yang bernuansa khas untuk anak-anak dan remaja dan tentu saja, film 3D pertamanya.

Hugo Cabret: I’d imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason.

Georges Méliès: If you’ve ever wondered where your dreams come from, you look around… this is where they’re made.

Isabelle: This might be an adventure, and I’ve never had one before – outside of books, at least.

Mama Jeanne: Georges, you’ve tried to forget the past for so long, but it has caused you nothing but unhappiness. Maybe it’s time you tried to remember.

Georges Méliès: My friends, I address you all tonight as you truly are; wizards, mermaids, travelers, adventurers, magicians… Come and dream with me.

Menelusuri film adaptasi novel karangan Brian Selznick bagaikan mengulik kembali lembaran tentang sejarah sinema, bisa jadi ini adalah surat cinta dari Martin Scorsese buat dunia seni yang telah memberinya makna hidup, pun sekaligus juga merupakan surat cinta dari dunia sinema itu sendiri.

Very recommended! :)

The Iron Lady

Posted in Film, Movies, Resensi, Review on 13 Februari 2012 by Budi Cahyono

Motif awal nonton film The Iron Lady adalah Maryl Streep, tidak lain dan tidak bukan. Meski setelah nonton saya seperti sedang diajak untuk memetakan kembali pengetahuan perihal perkembangan politik di Inggris, terutama perang Fakland dan hak-hak buruh yang terguncang kala itu, namun, seperti halnya dugaan saya pada duet sineas Mamma Mia (2008), Phylida Lloyd dengan penulis naskah Shame (2011), Abi Morgan, mereka memang memfokuskan diri menggali kepiawaian Maryl Streep untuk menginterpretasikan ulang sosok prime minister, Margaret Thatcher yang terkenal otoriter dan tidak peragu itu.

Pun, selain nuansa filmnya yang sejuk dan pemilihan kostumnya yang terbilang bagus (membuahkan satu lagi nominasi Oscar setelah kategori aktris terbaik), The Iron Lady juga dituturkan dengan gaya saling-silang antara Thatcher muda dan lantang ketika berkuasa serta Thatcher lansia yang pikun dan tertatih-tatih.

Nah, dari sana, point yang agak menarik bagi saya adalah pemilihan Maryl Streep, bukan soal akting tentunya, melainkan karena dia adalah aktris Amerika. Lebih luas lagi, penelusuran sederhana yang saya buat kemudian kembali membuahkan hasil yang unik perihal pemilihan pemain seperti contoh film The Iron Lady.

*****

Penampilan Meryl Streep dan Margaret Thatcher asli.

Yang pertama adalah: Sang “newMan of Steel, Henry Cavill dan karakter ikonik Amerika, Superman. Karena seperti yang kita tau, Cavill sendiri adalah aktor asal Inggris. The Man of Steel arahan sineas 300, Zack Snyder, akan dirilis musim panas 2013. Selain Kevin Costner, Russel Crowe dan Amy Adams, Michael Shannon akan menjadi General Zod disini.

Kemudian ada Daniel Day-Lewis yang akan memerankan tokoh Presiden paling terkenal di Amerika, Abraham Lincoln dan disutradarai oleh Steven Spileberg. Spielberg berujar, pemilihan Daniel semata karena dia adalah aktor hebat. Lincoln akan dirilis di tahun yang sama (2012) dengan Lincoln lain arahan Timur Bekmanbetov, Abraham Lincoln: Vampire Hunter.

Sherlock Holmes, detektif asal 221B Baker Street adaptasi dari novel rekaan Sir Arthur Conan Doyle versi Guy Ritchie ini dimainkan oleh aktor Amerika, Robert Downey Jr. Terakhir dia hampir tewas saat melawan anak buah Profesor Moriaty dan kemungkinan sekuel kedua paling cepat akan dirilis tahun 2013.
Adakah aktor-aktris lain yang bermain di film seperti contoh diatas? yuk share disini.

Back to Nature

Posted in Uncategorized on 2 Februari 2012 by Budi Cahyono

Ini adalah postingan level kentang goreng.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngomong-ngomong tentang kentang goreng, ini dia kentang gorengnya, monggo :D

Oke cukup, kembali ke topik.

Sambil makan kentang goreng, saya ingin bercerita tentang perselingkuhan karena sepertinya saya sudah terlalu sering selingkuh dari blog ini, bagaimana bisa terjadi seperti itu? mungkin kesibukan yang memabukkan di dunia nyata, atau mungkin saya yang kurang peka dan observatif terhadap film yang sudah saya tonton, perlu banyak membaca lagi nih sebagai bahan postingan, dan tentu saja, butuh lebih banyak lagi nonton film. Apalagi, blog ini sendiri dengan pongah bernama “Membaca Filem“.

Nah, lewat postingan ini, berbarengan dengan menjelang maulud Nabi Muhammad SAW, dan juga sebelumnya sudah dilakukan ritual tapa, akhirnya saya ingin mengumumkan bahwa: Saya ingin sekali sering-sering nge-blog, lebih aktif bikin postingan, dan tentu saja, anjang sana-anjang sini. Apalagi melihat data historis postingan blog ini yang kadang tiga bulan absen, dua kali puasa dua kali lebaran tak dikunjungi, membuatnya seperti terlantar, terpinggirkan, menjadi anak tiri.

 

Maafkan daku telah sering selingkuh darimu, huhu….sroot *ambil tisu*

Semoga terealisasi! :)
(terdengar koordamiendari kejauhan)

 

Ah, ngomongin puasa gak pulang-pulang malah jadi inget Ayu Ting-Ting, penyanyi dangdut bergaya Korea itu:

Anak:Maakk…kenapa Bapak kok nggak pulang-pulang ????”
Emak: “Bapak kamu kan Bang Toyib
Anak: “Kenapa Emak gak nyari Bapak ???”
Emak:Emak capek nggak nemu-nemu, salah alamat melulu, Emak kan Ayu Ting Ting
Anak: “Apa susahnya sms, nelpon gak pernah…
Emak:Emak gak punya pulsa……….
Anak: -__-

 

NB: Saya minta maaf jika sampai akhir postingan anda tidak menemukan kisah tentang perselingkuhan.

Arwah Kuntilanak Duyung

Posted in Movies on 9 Desember 2011 by Budi Cahyono

Judul: Arwah Kuntilanak Duyung | Sutradara: Yoyok Dumprink | Produser: KK Dheeraj | Pemain: Dewi Perssik, Syaiful Jamil, Sule, Pretty Asmara | Tanggal Rilis: 8 Desember 2011 | Genre: Komedi, Horror, Mistik | Rating: Dewasa | Durasi: 77 Menit | Produksi: K2k Production

Tagline: “Tepat di kilometer 97, jalan Tol Cipularang di selimuti ratapan pilu. Tepat ditempat haus darah itu, arwah Kuntilanak Duyung menunggumu

Mungkin terdengar kontroversial, mengingat di kilometer 97 itulah, Virginia Anggraeni, mendiang istri Syaiful Jamil meninggal akibat kecelakaan (03/09/2011). Namun film diatas faktanya memang sudah dirilis di bioskop diseluruh Indonesia sejak tanggal 8 Desember kamarin. Entah ini dibuat atas dasar keanehan yang dialami Syaiful dilokasi kejadian atau hanya ingin bersensasional dengan memanfaatkan momen kematian sang mendiang, saya belum tahu-menahu.

Yang jelas, film ini dibintangi oleh Dewi Perssik (double “S”) yang juga mantan istri dari Syaiful Jamil. Plus adegan panas keduanya, maklum, mereka mantan pasutri, jadi setidaknya sudah pernah melakukan yang seperti dibawah ini lebih dari sekali. Baca selebihnya »

Adventure Of Tintin: Secret Of The Unicorn 3D

Posted in 3D, Animasi, Movies, Resensi on 20 November 2011 by Budi Cahyono

Komik yang harus anda baca sebelum nonton filmnya, begitu pula sebaliknya.

Komodo

Posted in Indonesia, Komodo, Nusa Tenggara Timur, Seven Wonder on 4 November 2011 by Budi Cahyono

Komodo, hewan yang begitu eksotis karena mereka adalah salah satu saksi hidup peninggalan era purbakala, meski populasinya kini semakin menyusut. Lebih luas lagi, Pulau Komodo, wilayah yang sangat indah. Ingin rasanya menginjakkan kaki disana, bersua dengan nuansa alamnya yang apa adanya.

Namun yang perlu diketahui, Komodo beserta seluk-beluk keelokannya tidak membutuhkan sms, mereka butuh perhatian yang lebih dari itu, lebih intim lagi, mereka hanya butuh kehidupan yang layak, laiknya melestarikan kemurnian.

Sebetulnya saya lebih suka menggunakan kata konservasi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 61 pengikut lainnya.