Pengumpan:
Tulisan
Komentar

The Iron Lady

Motif awal nonton film The Iron Lady adalah Maryl Streep, tidak lain dan tidak bukan. Meski setelah nonton saya seperti sedang diajak untuk memetakan kembali pengetahuan perihal perkembangan politik di Inggris, terutama perang Fakland dan hak-hak buruh yang terguncang kala itu, namun, seperti halnya dugaan saya pada duet sineas Mamma Mia (2008), Phylida Lloyd dengan penulis naskah Shame (2011), Abi Morgan, mereka memang memfokuskan diri menggali kepiawaian Maryl Streep untuk menginterpretasikan ulang sosok prime minister, Margaret Thatcher yang terkenal otoriter dan tidak peragu itu.

Pun, selain nuansa filmnya yang sejuk dan pemilihan kostumnya yang terbilang bagus (membuahkan satu lagi nominasi Oscar setelah kategori aktris terbaik), The Iron Lady juga dituturkan dengan gaya saling-silang antara Thatcher muda dan lantang ketika berkuasa serta Thatcher lansia yang pikun dan tertatih-tatih.

Nah, dari sana, point yang agak menarik bagi saya adalah pemilihan Maryl Streep, bukan soal akting tentunya, melainkan karena dia adalah aktris Amerika. Lebih luas lagi, penelusuran sederhana yang saya buat kemudian kembali membuahkan hasil yang unik perihal pemilihan pemain seperti contoh film The Iron Lady.

*****

Penampilan Meryl Streep dan Margaret Thatcher asli.

Yang pertama adalah: Sang “newMan of Steel, Henry Cavill dan karakter ikonik Amerika, Superman. Karena seperti yang kita tau, Cavill sendiri adalah aktor asal Inggris. The Man of Steel arahan sineas 300, Zack Snyder, akan dirilis musim panas 2013. Selain Kevin Costner, Russel Crowe dan Amy Adams, Michael Shannon akan menjadi General Zod disini.

Kemudian ada Daniel Day-Lewis yang akan memerankan tokoh Presiden paling terkenal di Amerika, Abraham Lincoln dan disutradarai oleh Steven Spileberg. Spielberg berujar, pemilihan Daniel semata karena dia adalah aktor hebat. Lincoln akan dirilis di tahun yang sama (2012) dengan Lincoln lain arahan Timur Bekmanbetov, Abraham Lincoln: Vampire Hunter.

Sherlock Holmes, detektif asal 221B Baker Street adaptasi dari novel rekaan Sir Arthur Conan Doyle versi Guy Ritchie ini dimainkan oleh aktor Amerika, Robert Downey Jr. Terakhir dia hampir tewas saat melawan anak buah Profesor Moriaty dan kemungkinan sekuel kedua paling cepat akan dirilis tahun 2013.
Adakah aktor-aktris lain yang bermain di film seperti contoh diatas? yuk share disini.

Back to Nature

Ini adalah postingan level kentang goreng.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngomong-ngomong tentang kentang goreng, ini dia kentang gorengnya, monggo :D

Oke cukup, kembali ke topik.

Sambil makan kentang goreng, saya ingin bercerita tentang perselingkuhan karena sepertinya saya sudah terlalu sering selingkuh dari blog ini, bagaimana bisa terjadi seperti itu? mungkin kesibukan yang memabukkan di dunia nyata, atau mungkin saya yang kurang peka dan observatif terhadap film yang sudah saya tonton, perlu banyak membaca lagi nih sebagai bahan postingan, dan tentu saja, butuh lebih banyak lagi nonton film. Apalagi, blog ini sendiri dengan pongah bernama “Membaca Filem“.

Nah, lewat postingan ini, berbarengan dengan menjelang maulud Nabi Muhammad SAW, dan juga sebelumnya sudah dilakukan ritual tapa, akhirnya saya ingin mengumumkan bahwa: Saya ingin sekali sering-sering nge-blog, lebih aktif bikin postingan, dan tentu saja, anjang sana-anjang sini. Apalagi melihat data historis postingan blog ini yang kadang tiga bulan absen, dua kali puasa dua kali lebaran tak dikunjungi, membuatnya seperti terlantar, terpinggirkan, menjadi anak tiri.

 

Maafkan daku telah sering selingkuh darimu, huhu….sroot *ambil tisu*

Semoga terealisasi! :)
(terdengar koordamiendari kejauhan)

 

Ah, ngomongin puasa gak pulang-pulang malah jadi inget Ayu Ting-Ting, penyanyi dangdut bergaya Korea itu:

Anak:Maakk…kenapa Bapak kok nggak pulang-pulang ????”
Emak: “Bapak kamu kan Bang Toyib
Anak: “Kenapa Emak gak nyari Bapak ???”
Emak:Emak capek nggak nemu-nemu, salah alamat melulu, Emak kan Ayu Ting Ting
Anak: “Apa susahnya sms, nelpon gak pernah…
Emak:Emak gak punya pulsa……….
Anak: -__-

 

NB: Saya minta maaf jika sampai akhir postingan anda tidak menemukan kisah tentang perselingkuhan.

Arwah Kuntilanak Duyung

Judul: Arwah Kuntilanak Duyung | Sutradara: Yoyok Dumprink | Produser: KK Dheeraj | Pemain: Dewi Perssik, Syaiful Jamil, Sule, Pretty Asmara | Tanggal Rilis: 8 Desember 2011 | Genre: Komedi, Horror, Mistik | Rating: Dewasa | Durasi: 77 Menit | Produksi: K2k Production

Tagline: “Tepat di kilometer 97, jalan Tol Cipularang di selimuti ratapan pilu. Tepat ditempat haus darah itu, arwah Kuntilanak Duyung menunggumu

Mungkin terdengar kontroversial, mengingat di kilometer 97 itulah, Virginia Anggraeni, mendiang istri Syaiful Jamil meninggal akibat kecelakaan (03/09/2011). Namun film diatas faktanya memang sudah dirilis di bioskop diseluruh Indonesia sejak tanggal 8 Desember kamarin. Entah ini dibuat atas dasar keanehan yang dialami Syaiful dilokasi kejadian atau hanya ingin bersensasional dengan memanfaatkan momen kematian sang mendiang, saya belum tahu-menahu.

Yang jelas, film ini dibintangi oleh Dewi Perssik (double “S”) yang juga mantan istri dari Syaiful Jamil. Plus adegan panas keduanya, maklum, mereka mantan pasutri, jadi setidaknya sudah pernah melakukan yang seperti dibawah ini lebih dari sekali. Lanjut Baca »

Komik yang harus anda baca sebelum nonton filmnya, begitu pula sebaliknya.

Real Steel

Faktor menyenangkan dari semua film yang bertemakan tinju atau pertandingan adu jotos diatas ring adalah: Mereka selalu memberi kita kisah yang happy ending, terutama disaat detik-detik penentuan yang disertai gemuruh-riuh tepuk tangan penonton, jelas itu adalah moment-moment yang bisa kita sebut intim nan mengharukan.

Point keren lainnya, Hugh Jackman yang berperan sebagai mantan petinju, Charlie Kenton dan Max yang diperankan oleh Dakota Goyo bermain apik. Diakhir, meski terdengar provokatif nan sombong, tapi saya juga suka adegan Max saat merampas mic pembawa acara yang lalu berorasi ditengah ring tinju. He’s rocks!

Judul: Di Bawah Lindungan Ka’bah | Sutradara: Hanny Saputra | Naskah: Titien Wattimena, Armantono | Pemain: Laudya Cynthia Bella, Herjunot Ali, Niken Anjani, Didi Petet | Durasi: 121 Menit | Rilis: 25 Agustus 2011 | Produksi: MD Pictures

“Halodo sataun, lantis ku hujan sapoe”

~ Pepatah Sunda

Film di Bawah Lindungan Ka’bah memang berbiaya lebih dari sepuluh milyar rupiah dengan tujuan keakuratan setting tahun 1922 dan miniatur Ka’bah yang megah, terjawab sudah keraguan publik perihal visualnya. Filmnya pun tidak jelek, meski kurang dari ekspektasi yang saya harapkan. Namun apa lacur, pemunculan “merk dagang” berupa makanan ringan Chocolatos diteras rumah Zainab tentu saja tidak bisa diterima akal sehat, apalagi ditahun 1922. Berturut kemudian secara silih berganti, muncullah Kacang Garuda dipasar, dan pengusir nyamuk bakar bernama Baygon.

Buah blunder yang saya rasa tidak perlu, atau ini hanyalah strategi sensasional yang disengaja menjadi kontroversi? Entahlah.

Troll Hunter

Judul Asli: Trolljegeren | Sutradara: André Ǿvredal | Naskah: André Ǿvredal | Produser: John M. Jacobsen, Sveinung Golimo | Pemain: Otto Jespersen, Glenn Erland Tosterud, Johanna Mørck, Tomas Alf Larsen, Urmila Berg-Domaas, Hans Morten Hansen, Robert Stoltenberg, Knut Nærum | Rilis: 29 Oktober 2010 (Norwegia) | Durasi: 103 menit | Produksi: Filmkameratene A/S, Film Fun FUZZ.

***
Dibalik sejuknya Norwegia beserta hamparan alamnya yang indah dan menenangkan, ternyata menyimpan rahasia yang hendak disingkap oleh kelompok pembuat film dari Universitas Volda, tentang kebenaran mitos keberadaan makhluk buas bernama Troll yang sering diceritakan oleh Asbjornsen dan Moe. Bersama Hans (Otto Jespersen), mereka mengalami pelbagai petualangan seru. Sementara Finn, (Hans Morten Hansen) karyawan Pemerintah pada Divisi TST (Troll Security Team) adalah kebalikannya, dia berusaha sebisa mungkin untuk menutup-tutupi kebenaran yang ada dengan mengganti isu Troll dengan beruang buas.

Dunia Troll takut terhadap sinar matahari dan sinar ultraviolet buatan, mereka terdiri dari dua bagian, Troll hutan dan Troll gunung. Bagaimanakah purnarupa mereka? Berikut beberapa diantaranya:

1. Tusseladd
2. Raglefant

3. Dovregubben
4. Rimtusse

Aturan jika ingin gabung memburu Troll bersama Hans: Pertama anda harus Atheis, atau setidaknya anda adalah seorang Muslim. Troll sangat membenci pemeluk agama Kristen. Kedua, hindari dari cakaran Troll, karena itu bisa membuatmu terkena Rabies. Ketiga, lumuri sekujur tubuhmu dengan cairan berbau busuk Troll, dan yang keempat, menjauhlah dari Finn, dia kurang begitu menyukaimu.

Terakhir, yang patut diingat, Troll Hunter bukanlah film horror, melainkan petualangan. Meski memang akan ada banyak monster berkeliaran pada malam hari di film ini.

NB: Sebuah film cult modern yang direkomendasikan.

Final Destination 5

Perihal filmnya, secara kasaran saya mendapati lantas menyimpulkan bahwa semua seri dari film Final Destination selalu berkisah tentang sekelompok manusia, satu di dalam kelompok itu terlebih dahulu diberi ilham berupa “penglihatan” bahwa sebuah bencana akan segera menjemput nyawa mereka, namun mereka untuk sementara waktu selamat dari itu. Jadi disetiap serinya bisa dipastikan selalu di awali dari sebuah kecelakaan massal untuk kemudian berubah menjadi personal.

Sebuah film prekuel yang membosankan sebenarnya.

NB: Tony Todd adalah aktor yang bermain di seluruh seri film ini, sebagai William Bludworth dan Devil (voice) di seri ketiga. Firasat saya, di seri keenamnya, bila memang akan dibuat, dia (yang seakan tau semua yang terjadi) akan di beri ilham berupa “penglihatan” tersendiri. Kemudian saya tersadar dan menyaksikan film keenam tersebut. :)

 

J.J. Abrams menyebut film Super 8 sebagai proyek impiannya sejak kecil. Bisa jadi, kisah pembuatan film indie yang menjadi plot utama film Super 8 adalah kisah yang benar-benar personal dan “based on true story” versinya karena menurut informasi, dia sudah mahir menggunakan kamera jenis Super 8 saat masih dibangku sekolah dasar.

Sutradara yang terkenal dengan serial televisi Lost (2004 – 2010) ini kini mulai intens terlibat dalam proyek yang berhubungan dekat dengan sosok monster, khususnya yang bermarga alien. Meski disinyalir tidak hubungan terkait antara mosnter-monster yang muncul di film-filmnya, namun, bentuk creature yang dia ciptakan bersama tim suksesnya berhasil membuat saya menyimpulkan bahwa tiga monster yang muncul di tiga filmnya memiliki bentuk fisik yang hampir menyerupai. Well, karena mereka adalah monster, tentu saja diantara ketiganya tidak satu pun yang memiliki wajah cantik menawan.

NB: Coba tebak, mana monster yang muncul dalam film Super 8 (2011), Cloverfield (2008) dan Star Trek (2009).

Update: 27 Januari 2012

Sudah pernah nonton film Super 8 buatan JJ. Abrams yang bernuansa drama-fiksi ilmiah itu bukan? Setelah nonton versi full hingga ending credit usai, dan setelah lebih mencermati lebih intens (siah, bahasanya), film pendek yang ditayangkan ketika ending credit sedang bergulir itu adalah kunci utama film ini atau saya lebih senang menyebutnya: The Case adalah film utama, dan Super 8 adalah bonus featurette, laiknya sebuah video dibalik layar. Namun kali ini behind the scene-nya jauh lebih panjang dari filmnya, pula jauh lebih mahal dari segi biaya pembuatannya.

Oh ya, The Case sendiri adalah sebuah film yang berkisah tentang serbuan zombie yang disinyalir berasal dari sebuah pabrik kimia. Pemilihan horror sepertinya bukan tanpa alasan, mengingat ketika itu banyak beredar film dengan tema serupa, khususnya karya George Romero yang juga disinggung di film ini. Bisa jadi pula, dahulu JJ. Abrams kecil sangat takut (jika tidak ingin diceritakan kalau dulu pernah ngompol dicelana karena sangking…..ah, cuma gossip) dengan film seperti itu.

Seperti apa filmnya? Nah, ini dia:

Pengennya sih putri duyung di film terbaru Pirates of the Caribbean seperti gambar diatas, sangat disayangkan, meski cantik, di filmnya, mereka terlihat masih tertutup :D

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.